MOMENT is EVERYTHING (important to have camera)
Friday, December 9th, 2005Hah … 10 juta cuma buat "gambar" doang ? gak salah tuh, itu celetuk temen gw yang kaget karena untuk satu unit kamera digital harganya bisa untuk beli 1 unit motor bebek. Gw juga mikir saat itu, karena duit segitu tuh hari gini susah banget di dapet kalo cuma dari gaji seorang graphic designer.
Gw juga inget, gw pernah liat foto dari fotografer super senior Indonesia, Darwis Triadi … yang modelnya adalah penyanyi terkenal Indonesia Kris Dayanti … dengan menggunakan kamera seharga 220 juta rupiah untuk "bodynya" saja belum perangkat lensa dan Digital Imaging seperti G5 Macintosh yang kalo disebutin harganya pasti bikin dag dig dug dar …
Belum lagi denger temen yang bekerja di bidang Information Technology yang kebetulan saat ini sedang bertugas di Aceh untuk keperluan penataan kembali Banda Aceh Pasca tsunami, dan kebetulan kenal dengan salah satu fotografer dari salah satu media di Indonesia, dengan perangkat 3 buah kamera dengan range harga sekitar 40 jt dan 70 jtan, blum termasuk lensa super zoom dengan teknologi yang paling baru dengan harga gak jauh beda dengan kameranya…..
Semua duit yang "luar biasa" itu hanya untuk output berupa "gambar","foto","image" … yang hanya dinikmati oleh sepasang mata …. ada apa dengan fotografi ? … apakah hasil "gambar"nya sebanding dengan harga kameranya ?
Untuk sebuah acara pernikahan pasti membutuhkan dokumentasi, ini sudah pasti … dan yang gw tau range di Jakarta untuk sebuah pernikahan … hmmm percaya atau tidak … jika kita punya "pohon duit" … sekali2 sewalah seorang fotografer terkenal Jakarta ( masih dibawah kelas Darwis , Arbain Rambey atau Pinky Mirror ) … berapakah harga yang di charge untuk sebuah acara pernikahan ?? … mereka akan mematok harga dengan range 10 - 30 juta over all, mulai dari Pre Wed foto, Ceremonial, Candid Foto … bahkan denger2 sampe ada yang ratusan juta …. glekhhh
Gw punya kenalan yang punya sebuah studio fotografi di daerah pertokoan di Jakarta, fotografer mereka sering memotret model2 Jakarta untuk keperluan agency majalah2, dan suatu saat gw dengar mereka di sewa oleh sebuah Jawatan Terkenal di Jakarta untuk sesi pemotretan untuk Board Of Director mereka … 40 juta untuk output 5 buah foto …..
Dan, baru-baru ini gw baca di salah satu forum fotografi di internet yang menyebutkan "sebuah" foto portrait seseorang pejabat yang "sangat" penting di lelang di Jakarta laku dengan harga 500 jt, dibeli oleh seorang konglomerat, entah ini merupakan politik dagang atau lain2 gw gak ngerti … cuma 500 juta untuk sebuah foto portrait di klaim adalah rekor baru di Indonesia …
ini baru segelintir yang gw tahu mengenai aksi dan reaksi antara fotografi dan hasil gambar yang dihasilkan, yang pasti …. masih banyak hal2 lain yang gw enggak tau yang bikin kepala geleng2…
ketika gw dengan bersimpuh darah beli kamera SLR pertama gw, gw tunjukin ke temen gw, dan dia berkomentar gak akan ngeluarin duit sebanyak itu "hanya" untuk sebuah unit alat penghasil gambar … tapi hidung siapa ( who knows ) what happened then … dia malah beli kamera yg lebih mahal dari punya gw hanya dengan waktu kurang dari satu bulan hanya karena nyoba sekali kamera temen pas sesi foto2 model …. hehehe … hampir 10 juta melayang seketika …
kenapa gitu ya … ada seorang temen baik gw juga pasti bingung kenapa kok kita tiba-tiba jadi seorang "maniak" dengan fotografi. Dengan uang 10 Juta (baru sekelas ini lho, yang kelas lebih tinggi jelas kita gak mampu), kita bisa beli motor, atau home theater yang pasti Ok punya … merk BO atau Infinity ( iya gak sih, gw gak nge cek harga di toko2 itu ), atau beli mesin turbo untuk mobil kita, atau pelek yang "agak" mahal untuk motor kita, atau beli barang2 lain yang "lebih" berguna. Namun yang jelas harga segitu bisa memuaskan dan memanjakan kita dengan hal2 yang jauuuuh lebih enak ketimbang hasilnya "cuma" sebuah gambar belaka ….
Di perusahaan gw suatu saat, ngadain acara Tanding antar group antar perusahaan yang isinya ada pertandingan volley, tenis, makan krupuk ( lho kok !!) …. hehehe …. seru … di acara ini karena kamera gw masih gress, sepanjang acara di siang hari itu kerjaan gw cuma moto2 doang, jeprat sana jepret sini, sampe salah seorang manajer gw yang kebetulan liat gw mondar mandir bawa kamera di a nyeletuk … "tukang foto keliling ya mas, berapa emang tarifnya …" wuah … gw agak keqi juga dibilang tukang foto keliling … cuma aaahhh cuek bebek, gw teteup tembak sana tembak sini … dan ketika acara selesai … esok harinya … panitia dari perusahaan saya kelimpungan, karena dokumentasi yang ada cuma dari videocam saja … nah yg begini mana bisa di cetak … trus yang bawa kamera siapa ? nah … gw dengan berbesar hati akhirnya menyerahkan "semua" 120 shots foto hari itu ke Dept. GA …. gratisssszzzzz ( iyaaa laah .. siapa juga yang mau bayar fotografer super amatir kayak gw huehehehehe )
tapi kenapa untuk hasil foto aja harganya bisa mahal banget ya ?
gw punya teori yang udah gw temuin sebelum gw beli kamera, dan akhirnya gw ngebeli kamera gw walaupun (buat gw) sangat mahal …..
foto itu adalah perpaduan antara 3 hal:
1. TEKNOLOGI, unsur teknologi adalah kamera itu sendiri serta alat-alat pendukungnya. Semakin tinggi teknologi maka hasil detail foto akan jauh lebih maksimal, detail warna, ketajaman foto, ability sensor dalam menangkap situasi sesuai dengan saat itu dan lain sebagainya.
2. ART atau sense of art adalah dari manusianya serta teknik yang dikuasainya. Jika kita membicarakan art maka hasilnya selalu subyektif, tidak akan sama hasilnya dari setiap manusia yang menikmatinya, sebagian bilang bagus, sebagian bilang jelek, atau malah hanya satu orang yang bilang bagus sisanya bilang buaaaguuuss .. huehehehe…disini juga tercantum Hak Intelektual kita sebagai "pemilik" dan "pencipta" dari hasil foto kita, walaupun hasil fotonya gak bagus, tetap ini adalah hasil karya kita, siapapun yang menggunakan foto kita di luar izin kita adalah sebuah tindak pidana ( deeuhhh serius amaat )
3. Ini yang paling membuat sebuah foto menjadi mahal, yaitu MOMENT. Waktu ketika perekaman kejadian sedang berlangsung. Sebagian besar foto yang mendapat penghargaan dan berharga mahal adalah yang menceritakan suatu kejadian di suatu waktu dan di suatu tragedi. Moment adalah waktu, dan kita tidak bisa memutar balik waktu. Jika kita kehilangan moment, maka foto kita tidak akan berarti apa2, tidak bisa menceritakan apa2 … hanya sebuah karya yang enak dipandang mata …tidak lebih.
Mungkin moment seperti kumpul dengan teman di suatu kafe hanyalah sebuah moment yang biasa dan hasilnya juga sangat biasa … saat itu dan tidak jauh ketika saat itu. Namun … foto itu akan berbicara berbeda ketika telah melewati rentang waktu yang sangat lama … ketika kita sudah tua dan bisa melihat moment ketika kita masih muda berkumpul bersama, gak terasa kita akan tertawa kecil, atau malah tertawa terbahak2 ketika kita melihat diri kita masih culun, masih muda dengan semangat yang luar biasa …
Atau kita bisa menitikkan air mata karena salah satu dari teman kita yang di foto itu telah tiada ….
Moment itu menyinggung emosi kita, sangat abstrak, seperti mimpi … seperti suatu kilatan waktu yang berjalan mundur … dapat kita rasakan kembali semuanya saat itu di saat kini …….
Gw punya data foto2 anak gw yang kini telah tiada … Kebayang aja kalo gw gak punya data apa2 tentang anak gw, gak ada foto … maka memori cuma ada di kepala gw … gw gak bisa ngeshare ke orang lain suatu saat, atau mungkin ke anak gw nantinya …. ( kok jadi sedih ya … )
Intinya … harus gw ganti dengan apa kalo ternyata gw gak punya foto anak gw yang telah tiada itu ……. duit ? mobil ? rumah ? jiwa gw ? raga gw ?
So, gw ngerti kalo banyak orang yang memandang aneh ke gw ketika nyoba untuk foto2 suatu event atau no event sama sekali, kesannya kurang kerjaan .. buang2 waktu … atau buang2 duit … tapi, gw teuteup "nembak" terus … masalah kepuasan pribadi cing (zamaaaan kapaaan make cing)… dan "nilai" emosional seperti hal diatas yang mau gw rekam …………………..
jangan lupa, kalo mo beli kamera ya sesuai dengan kantong2 kita aja …
yang penting berkarya …
Peace for all of u …